Bpjs Ketenagakerjaan – Sektor Konstruksi

Adalah Program Jaminan Sosial bagi Tenaga Kerja Harian Lepas, Borongan & Perjanjian Kerja Waktu Tertentu pada Sektor Jasa Konstruksi yg diatur melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor: KEP-196/MEN/1999 Tanggal 29 September 1999

Setiap  Kontraktor  Induk juga Sub Kontraktor yg melaksanakan proyek Jasa  Konstruksi Jasa Konstruksi dan pekerjaan borongan lainnya harus mempertanggungkan semua  tenaga kerja (borongan/harian lepas & musiman) yg bekerja Jasa Konstruksi medan dalam proyek tadi kedalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) & Jaminan Kematian (JKM)

Adapun proyek – proyek tersebut meliputi :Proyek-proyek APBDProyek-proyek atas Dana InternasionalProyek-proyek APBNProyek-proyek partikelir, dll

Cara Menjadi PesertaPemborong bangunan (kontraktor) mengisi  Formulir  registrasi kepesertaan Jasa Konstruksi yang mampu diambil pada kantor BPJS Ketenagakerjaan setempat sekurang – kurangnya 1 (satu) minggu sebelum memulai pekerjaanFormulir-formulir tersebut wajibdilampiri dengan Surat Perintah Kerja (SPK) atau Surat Perjanjian Pemborong (SPP)

Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja & Jaminan Kematian ditanggung sepenuhnya sang kontraktor & besarannya ditetapkan sebagai berikut:Pekerjaan Konstruksi hingga dengan Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) sebesar 0,24% berdasarkan nilai kontrak kerja konstruksiPekerjaan Konstruksi diatas Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah) hingga dengan Rp 500.000.000,- (5 ratus juta rupiah) sebanyak penetapan angka 1 ditambah 0,19% menurut selisih nilai, yakni berdasarkan nilai Kontrak Kerja Konstruksi dikurangi Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah)Pekerjaan Konstruksi diatas Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) hingga menggunakan Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) sebanyak penetapan angka dua ditambah 0,15% berdasarkan selisih nilai, yakni berdasarkan nilai Kontrak  Kerja Konstruksi dikurangi Rp 500.000.000,- (5 ratus juta rupiah)Pekerjaan Konstruksi diatas Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) hingga menggunakan Rp 5.000.000.000,- (5 miliar rupiah) sebanyak penetapan nomortiga ditambah 0,12% berdasarkan selisih nilai, yakni berdasarkan nilai Kontrak Kerja Konstruksi dikurangi Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah)Pekerjaan Konstruksi diatas Rp lima.000.000.000,- (5 miliar rupiah) sebanyak penetapan huruf d ditambah 0,10% menurut selisih nilai, yakni berdasarkan nilai Kontrak Kerja Konstruksi dikurangi Rp lima.000.000.000,- (5 miliar rupiah)

atau jika diringkas sebagai nilai menjadi berikut :

Nilai Pekerjaan KonstruksiFormulaRp. 0 Juta – Rp. 100 Juta0,24% x Nilai Kontrak Kerja KonstruksiRp. 100 Juta – Rp. 500 JutaPenetapan Angka 1 + (0,19% x Selisih Nilai)Rp 500 Juta – Rp. 1 MiliarPenetapan Angka dua + (0,15% x Selisih Nilai)Rp. 1 Miliar – Rp. 5 MiliarPenetapan Angka 3 + (0,12% x Selisih Nilai)> Rp. lima MiliarPenetapan Angka 4 + (0,10% x Selisih Nilai)

Nilai Kontrak Kerja Konstruksi yang digunakan menjadi dasar perhitungan iuran nir termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-150/MEN/1999 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja bagi Tenaga Kerja Harian Lepas, Borongan dan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, mengatur kepesertaan juga upah menjadi dasar penetapan iuran, menjadi berikut:Bagi tenaga kerja harian tanggal, borongan & perjanjian kerja saat tertentu yg bekerja kurang menurut tiga (tiga) bulan harus diikutsertakan dalam program agunan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, lebih dari 3 (3) bulan wajibdiikutsertakan buat semua acara agunan sosial tenaga kerjaUntuk energi kerja harian lepas pada menetapkan upah sebulan adalah upah sehari dikalikan jumlah hari kerja dalam 1 (satu) bulan kalender. Apabila upah dibayar secara bulanan buat menghitung upah sehari bagi yg bekerja 6 (enam) hari pada 1 (satu) minggu merupakan upah sebulan dibagi 25 (dua puluh 5) , sedangkan yg bekerja  5 (5) hari pada 1 (satu) minggu merupakan upah sebulan dibagi 21 (2 puluh satu)Untuk tenaga kerja borongan yg bekerja kurang dari 3 (3) bulan penetapan upah sebulan merupakan 1 (satu) hari dikalikan jumlah hari kerja dalam 1 (satu) bulan kalender. Bagi yg bekerja lebih dari 3 (tiga) bulan, upah sebulan dihitung dari upah rata – homogen tiga (tiga) bulan terakhir. apabila pekerjaan tergantung cuaca upah sebulan dihitung menurut upah rata – homogen 12 (dua) belas bulan terakhirUntuk tenaga kerja yg bekerja dari perjanjian kerja ketika eksklusif, penetapan upah sebulan adalah sebanyak upah sebulan yang tercantum pada perjanjian kerja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *